Sabtu, 09 Oktober 2021

Terungkap! Ini Sosok yang Dimakamkan di Makam Misterius Jalur Kawah Ijen

 


Teka-teki makam misterius yang berada di jalur menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, akhirnya terungkap. Makam tersebut sudah lama berada di lokasi itu, tidak muncul secara tiba-tiba sebagaimana kesaksian sejumlah pendaki.



Makam itu rupanya merupakan petilasan seorang yang disapa Buju' Linu (mbah buyut Linu). Tak ada catatan pasti siapa Buju' Linu ini. Namun oleh warga lereng pegunungan Ijen ia disebut-sebut sebagai salah satu raja dari Bali.

Hal ini diungkapkan oleh Misiono, salah satu tour guide di TWA Kawah Ijen. "Jadi di situ, kata orang-orang kuno dulu ada petilasan. Petilasannya Buju' Linu. Katanya sih raja dari Bali dulu. Ceritanya sesepuh-sesepuh sini seperti itu," kata Misiono, Sabtu (9/10).

Nama Buju' Linu sendiri diambil dari nama sungai yang tepat berada di sebelah makam tersebut. "Buju' ini bahasa Madura yang artinya mbah buyut. Nama Linu sendiri berasal dari nama Sungai yang berada di sebelahnya," ungkapnya.

Menurut Misiono, Banyu Linu yang berada di sebelah makam tersebut memiliki keanehan. Konon orang yang berendam di sungai tersebut rasa pegal linu di badannya akan hilang.

Namun seusai mandi, pegal linunya akan kembali, bahkan dua kali lipat rasa sakitnya. "Memang aneh ya. Tapi itu yang dirasakan orang yang mandi di sungai tersebut. Itu juga kenapa dinamai Banyu Linu," katanya.

Menurut Misiono, makam misterius yang disebut-sebut sebagai petilasan Buju' Linu ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja, memang tidak terlihat jelas seperti sekarang karena dahulunya akses jalan masih belum diperlebar.

"Jadi dari dulu di situ sudah ada batu nisan. Tapi memang tidak kelihatan karena jalan masih sempit. Baru nampak setelah ada pelebaran jalan kemarin. Wajar jika kemudian banyak yang baru tahu sekarang, karena memang sebelumnya tidak nampak dari jalan," tambahnya.

Cerita Mistis Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan
Misiono menceritakan cerita mistis saat pengerjaan proyek pelebaran jalan di jalur menuju TWA Ijen tersebut yang membuat makam terlihat jelas.

Saat pengerjaan proyek tepat di petilasan itu, alat berat beko yang digunakan untuk menggali tanah menghantam tubuh seekor ular besar hingga mati.



Seketika itu juga, kendaraan beko mengalami masalah hingga tak bisa dinyalakan. Para pekerja pun akhirnya tak bisa melanjutkan proyek untuk sementara.

Pada malam harinya, salah satu pekerja yang bermalam untuk menjaga peralatan proyek, bermimpi ditemui oleh sesosok mahluk halus penunggu petilasan itu.
Dalam mimpinya, penggarap proyek diminta untuk memperlakukan bangkai ular tersebut layaknya manusia dan dikuburkan di areal petilasan.

"Jadi yang dimakamkan di petilasan itu adalah ular yang mati karena tertimpa alat bego. Itu memang diperlakukan seperti jenazah manusia dan ada ritual-ritual yang dilakukan. Karena ada pekerja yang didatangi sosok penunggu di situ," kata Misiono.

Diakui Misiono, penampakan tak lumrah dari petilasan itu sedikit banyak memang membuat pengendara yang melalui jalur tersebut merinding.

Bahkan beberapa wisatawan yang menjadi tamunya, acap kali menanyakan hal tersebut kepada dirinya.

"Setelah diberi penjelasan, ya tidak takut lagi. Namanya di hutan, pastilah ada hal-hal mistis. Makanya tetap harus banyak doa dan tidak berbuat keburukan," tutup pria yang akrab disapa Mis Black ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROMO NOMOR REKENING


PROMO MEMBERSHIP (LOYALTY POINT)