Senin, 03 Mei 2021

Motif Pengirim Sate Beracun di Bantul: Sakit Hati karena Tak Jadi Dinikahi

 



Negaratoto - Nani Aprialliani Nurjaman (25), perempuan pemberi takjil sate ayam beracun yang menewaskan N (10), anak pengemudi ojek online di Kecamatan Sewon, Bantul, berhasil diamankan polisi.



Kepada polisi, perempuan asal Majalengka ini mengaku nekat mengirim makanan beracun itu karena sakit hati.

"Motifnya adalah sakit hati karena ternyata target menikah dengan orang lain tidak dengan dirinya," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria di Polres Bantul, Senin (3/4).

Yang dimaksud target adalah Tomy, pria yang dikirimi sate beracun.
Menurut Burkan, pelaku sempat memiliki hubungan dengan target yang tinggal di daerah Kasihan, Bantul.
"Pernah berhubungan dulu sebelum nikah," kata Burkan.

Kabar yang beredar Tomy merupakan seorang polisi. Namun, Burkan menegaskan Tomy adalah PNS.
"Identitas T, pegawai negeri," ucap Burkan.

Dalam jumpa pers di Mapolres Bantul tersebut, tersangka Nani juga dihadirkan. Nani yang tingginya semampai tersebut mengenakan baju tahanan warna biru, rambut panjangnya diikat, dan memakai masker medis.

Latar Belakang Kasus

Sate ayam tersebut dikirim Nani untuk Tomy melalui orderan offline (tanpa aplikasi) ojek online pada Minggu, 25 April 2021.

Kepada driver ojol Bandiman (47) yang sedang mangkal di kawasan Stadion Mandala Krida, Nani meminta sate ayam dikirimkan ke target di Kasihan, Bantul, dan disuruh bilang kiriman dari "Hamid dari Pakualaman".

Bandiman lalu mengantarkan pesanan itu ke rumah Tomy, namun ditolak oleh istri Tomy karena tidak kenal dengan pengirim. Tomy yang sedang tidak ada di rumah, saat dikontak juga mengaku tidak kenal.

Akhirnya sate tersebut dibawa pulang Bandiman untuk dimakan bersama dengan keluarganya. Namun nahas, anak Bandiman tewas usai makan sate tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROMO NOMOR REKENING


PROMO MEMBERSHIP (LOYALTY POINT)