Rabu, 24 Maret 2021

Jaksa Agung AS Minta FB dan Twitter Hapus Informasi Palsu soal Vaksin COVID-19

 



NEGARATOTO - Jaksa Agung di 12 negara bagian Amerika Serikat mengatakan, Facebook dan Twitter belum bisa berbuat banyak dalam menghentikan penyebaran informasi palsu terkait vaksin COVID-19.





Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey, Jaksa Agung dari 12 negara bagian itu mengatakan, banyak orang yang memberikan informasi terkait vaksin COVID-19 di dua platform media sosial itu tidak memiliki keahlian medis.

Surat itu ditandatangani oleh Jaksa Agung dari Connecticut, Delaware, Lowa, Massachusetts, Michigan, Minnesota, New York, North Carolina, Oregon, Pennsylvania, Rhode Island dan Virginia.

"Mengingat ketergantungan anti-vaxxers pada platform Anda, Anda diposisikan secara unik untuk mencegah penyebaran informasi yang salah tentang vaksin virus corona yang menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan dan keselamatan jutaan orang Amerika di negara bagian kami dan itu akan memperpanjang jalan kami menuju pemulihan," tulis Jaksa Agung AS dalam surat tersebut dikutip dari Reuters, Kamis (25/3).

Jaksa Agung AS menambahkan, kebanyakan orang yang menyebarkan informasi bahwa vaksin COVID-19 tidak aman memiliki motif finansial di belakangnya. Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut seperti apa motif finansial tersebut.

Hanya saja, disebutkan mereka yang menolak vaksin COVID-19 itu mengontrol 65 persen konten anti-vaksin publik di Facebook, Instagram dan Twitter. Mereka juga memiliki lebih dari 59 juta pengikut dan juga di YouTube Google.

Maka dari itu, Jaksa Agung AS mendesak dua perusahaan media sosial itu menegakkan pedoman yang dibuat dengan menghapus atau menandai kesalahan informasi terkait vaksin COVID-19.

Sementara Juru bicara Facebook Dani Lever mengatakan, pihaknya telah menghilangkan jutaan konten COVID-19 dan kesalahan informasi terkait vaksin.

Sedangkan Twitter mengatakan, mereka telah menghapus lebih dari 22.400 tweet terkait COVID-19. Mereka juga memprioritaskan penghapusan konten yang dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROMO NOMOR REKENING


PROMO MEMBERSHIP (LOYALTY POINT)