Jumat, 22 Februari 2019

Abu Sayyaf Ancam Bunuh Sandera, Duterte Ogah Bayar Tebusan

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Negaratoto -- Pemerintah Filipina menegaskan tidak akan membayar tebusan untuk membebaskan dua warga Indonesia dan satu warga Malaysia yang disandera Abu Sayyaf. Padahal, kelompok militan itu mengancam akan membunuh seluruh sandera jika tuntutannya tidak dipenuhi.

"Kami tengah melakukan yang terbaik untuk mengamankan pembebasan para sandera dari tangan jahat kelompok Abu Sayyaf tetapi kami tetap teguh pada kebijakan kami yang tak akan membayar tebusan," ucap juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, di Manila.


Kedua WNI yang disandera Abu Sayyaf itu bernama Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka merupakan nelayan kapal pukat. Seorang warga Malaysia juga ikut disandera bersama mereka.

Penyanderaan terjadi ketika ketiganya tengah melaut mencari ikan di perairan Sabah pada 5 Desember lalu. Kelompok Abu Sayyaf menangkap mereka ketika sedang berlabuh di Sandakan, Sabah, yang berdekatan dengan kawasan Kepulauan Tawi-Tawi, Filipina.


"Saya adalah Warga Negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabah, Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf di Laut Sandakan. Saya minta perhatian pemerintah Republik Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pemerintah masih terus berupaya melakukan upaya pembebasan kedua sandera, termasuk berkoordinasi dengan Filipina dan Malaysia.

Penculikan Heri dan Hariadin ini merupakan yang ke-11 dilakukan oleh Abu Sayyaf sejak 2016 lalu. Arrmanatha mengatakan sebanyak 34 dari 36 WNI sandera Abu Sayyaf sejauh ini telah dibebaskan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROMO NOMOR REKENING


PROMO MEMBERSHIP (LOYALTY POINT)