Jumat, 14 Desember 2018

BI Ingin Uang Elektronik Lahir di Daerah

    Ilustrasi uang elektronik.

NEGARATOTO -- Bank Indonesia (BI) ingin perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran uang elektronik tidak hanya lahir dari pusat kota, tetapi juga dari daerah. Harapannya, penetrasi penggunaan uang elektronik bisa bertumbuh secara merata. 

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan berdasarkan data, pembayaran tunai masih mencapai sekitar 76 persen dari total transaksi pembayaran di Indonesia. 

Menurutnya, kehadiran pemain uang elektronik dari daerah perlu ditingkatkan karena mereka yang sebenarnya lebih mengetahui bagaimana kondisi ekonomi di daerah masing-masing. BI juga mengaku tidak membatasi kehadiran pemain uang elektronik dari daerah.

Pertama, ada daerah yang sebenarnya sudah memiliki infrastruktur sistem pembayaran yang mumpuni dan pendapatan masyarakat yang tinggi. 

"Ini berarti transaksi nontunai setidaknya sudah cukup tinggi," 


Kedua, daerah dengan infrastruktur pembayaran yang cukup bagus, namun pendapatan masyarakatnya tidak begitu tinggi. Ketiga, daerah dengan infrastruktur pembayaran yang tidak begitu mumpuni, tapi pendapatan masyarakat cukup tinggi. 

Keempat, daerah dengan infrastruktur pembayaran dan pendapatan masyarakat yang minim. "Ini yang perlu kerja keras, tapi tidak apa, justru harus dibangun,"


Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengaku membuka pintu bagi pemain di daerah yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya untuk meluncurkan uang elektronik. 

SVP Divisi E-Banking BNI Diyah Permata Widiastuti menjelaskan saat ini perbankan banyak menggandeng pihak toko (merchant) di daerah agar transaksi dengan uang elektronik meningkat. Salah satunya, dengan menggandeng para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 
NEGARATOTO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROMO NOMOR REKENING


PROMO MEMBERSHIP (LOYALTY POINT)